4 Jenis Furing Jaket Terpopuler

Gambar: gizmodo.co.uk

Umumnya jaket memiliki bahan pelapis di bagian dalamnya yang biasa disebut dengan furing. Jenis furing yang digunakan di sebuah jaket dapat menentukan kualitas dan karakteristik jaket tersebut, apakah hangat atau adem.

Furing adalah lapisan kain bagian dalam pakaian yang dijahit dengan kain bagian luar pakaian sehingga menyatu. Bahan furing umumnya terbuat dari kain yang lebih tipis, namun ada juga yang menggunakan kain furing dari jenis bahan yang tebal yang biasanya berfungsi sebagai penghangat.

Jenis kain furing yang biasa di pakai untuk lapisan dalam pakaian adalah jenis kain katun, rayon, lightweight, dan satin.

 Bahan furing merupakan salah satu bahan pembuatan pakaian yang berpengaruh dalam pembentukan suatu pakaian, fungsinya :

  1. Sebagai nilai tambah kerapihan dan kenyamanan pakaian.
  2. Sebagai Penghangat pakaian
  3. Menghindari alergi atau rasa gatal kulit saat bersentuhan dengan bahan dasar.
  4. Sebagai peyerap keringat pemakainya.

Furing sering kita jumpai pada jaket atau pakaian tebal formal atau non formal seperti jas, pada bagian dalamnya akan selalu ada sejenis lembaran kain yang tipis dijahit menjadi satu dengan pola dalam. Ada yang bertekstur licin halus dan juga berbulu tergantung jenis nya.

Mungkin anda bertanya, pakaian apa saja yang bisa menggunakan furing ? ada banyak sekali dan untuk efisiensi kami tidak akan menjabarkan semuanya. Jaket dan Jas amerupakan contoh jenis pakaian yang biasa menggunakan furing.  Di artikel ini kami akan khusus membahan jenis furing jaket. Berikut jenis-jenis furing jaket yang kami rangkum.

1. Furing Asahi

Bahan Asahi  merupakan bahan furing  yang sering di gunakan sebagai furing atau bahan lapisan dalam pakaian. Kain ini tipis dan halus juga sedikit panas karena terbuat seratus persen dari serat polyester. Hargannya murah dan kain ini ringan jadi memang cocok untuk di jadikan sebagai furing karena sedikit menghemat biaya.

2. Furing Erow

Bahan Erow atau hero merupakan bahan yang biasanya dipakai untuk membuat seragam sekolah anak SD dalam partai besar, di samping hargannya yang ekonomis juga tidak begitu tipis jika untuk atasan. Tapi sebagian penjahit juga menggunakan bahan erow sebagai bahan lapisan dalam pakaian atau furing.

3. Furing Jala

Bahan furing jala banyak jenisnya, yang umum dipakai biasanya mengandung lebih sedikit katun dan lebih banyak polyster. Karena lebih tahan lama jika dipakai sehari-hari. Jala bisa dibedakan dari tingkat kerapatan lubangnya.

Jala yang lebih kecil lubangnya tentunya lebih tebal daripada jala yang besar lubangnya. Bahan jala cocok untuk furing jaket harian, karena tekstur bahannya yang tipis dan nyaman di kulit.

4. Furing Dormil

Kain Dormil atau disebut juga peles adalah merupakan kain polyester yang memang fungsinya untuk di jadikan sebagai bahan lapisan dalam pakaian atau furing dan juga terkadang untuk pembuatan kantong jaket, celana dan juga Jas. Harga bahan ini lebih murah dari kain erow dan asahi.

Sekian jenis-jenis furing jaket yang umum digunakan di pasaran. Furing jaket merupakan salah satu aspek yang penting dalam memilih atau membeli jaket selain bahan jaket dan model jaket tersebut. Semoga info ini bisa dijadikan refenrensi anda dalam memilih jaket.

Sumber: https://terminalkaos.com/jenis-furing-jaket/

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *